Friday, June 29

Alat Musik yang “Punah” Diciptakan Kembali


Berkat sebuah perangkat lunak yang baru, kini para ilmuwan berhasil menciptakan kembali alat musik yang telah dilupakan orang yang disebut Lituus. Sebagaimana diberitakan BBC, Senin (1/6), alat musik jenis tiup sepanjang 8 kaki (2,4 meter) ini pernah dimainkan di zaman Romawi Kuno, namun sudah tidak dimainkan lagi sekitar 300 tahun lalu.
Kini untuk pertama kalinya, alat musik ini dimainkan dengan melantunkan komposisi lagu abad ke-18 gubahan Bach “O Jesu Christ, meins lebens licht”. Para peneliti di Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC) dan University of Edinburgh bekejasama meneliti alat ini.
Degan kolaborasi yang baik, Schola Cantorum Basiliensis (SCB) berhasil memainkan kembali alat Lituus yang sebelumnya orang tidak pernah tahu seperti apa bentuk dan hasil suaranya. Para peneliti ini mengembangkan sebuah sistim yang membuat mereka mampu memainkan alat Lituus berdasarkan bentuk dan susunan not. Hasilnya, mereka menciptakan alat Lituus sepanjang 2,4 meter terbuat dari tanduk lurus dengan lonceng di ujungnya.

Sulit dimainkan
Mereka mengaku sulit untuk memainkan alat musik ini yang memiliki jarak nada terbatas. Perangkat lunak yang dikembangkan oleh seorang mahasiswa PhD, Dr Alistair Braden mampu mengembangkan rancangan alat musik tiup ini.
Dr Braden bersama supervisornya Professor Murray Campbell dibantu oleh konservatorie spesialis alat musik Swiss, Schola Cantorum Basiliensis (SCB). Pihak SCB memberikan tim Edinburgh gagasan mereka berdasarkan bentuk dan nada yang dihasilkan ketika alat ini dimainkan. “Perangkat lunak ini menggunakan data untuk merancang sebuah alat musik yang berguna dan luwes saat dimainkan dengan kualitas nada dan akustik,” jelas Professor Campbell.
Pihak SCB kini menggunakan rancangan Edinburgh ini untuk menciptakan dua contoh Lituus yang sama. Keduanya dimainkan di awal tahun ini di Swiss dengan melantunkan gubahan Bach yang ditulis tahun 1730-an.


Sumber

Ternyata, Bumi adalah Jupiter yang Gagal

Planet-planet batuan, termasuk Bumi, sejatinya merupakan planet gas raksasa seperti Jupiter yang gagal terbentuk. Ini berdasarkan teori pembentukan planet terbaru yang diungkapkan oleh Sergei Nayakshin, astronom University of Leicester, seperti diberitakan Space.com, Jumat (16/9/2011) yang lalu.


Teori pembentukan planet yang umumnya dipercaya saat ini adalah akresi inti. Mulanya, ada piringan gas raksasa di sekitar bintang yang baru lahir. Partikel debu pada piringan itu bergabung membentuk objek yang lebih besar disebut planetesimal yang kemudian membentuk struktur yang lebih besar.

Akibat proses itu, massa yang terbentuk pun lebih besar. Pada satu massa tertentu, disebut massa kritis, gravitasi akan menarik massa gas dari piringan yang terdapat di sekitar gumpalan tersebut. Demikianlah, planet batuan kemudian terbentuk dari proses yang panjang dan rumit tersebut.

Teori baru yang diajukan Nayakshin disebut tidal downsizing. Berdasarkan teori ini, gumpalan gas pada awalnya terbentuk di zona yang jauh dari tempat planet umumnya ditemukan sejauh ini. Dalam prosesnya, gumpalan gas mendingin dan menyusut menjadi planet yang masih tergolong massif, sekitar 10 kali ukuran Jupiter.

Selama penyusutan berlangsung, partikel debu yang terdapat dalam piringan gas bergabung menjadi lebih besar dan kemudian "jatuh" ke bagian tengah gumpalan gas, membentuk padatan yang solid di sana. Di sinilah akhirnya terbentuk planet batuan primitif dengan pembungkus gumpalan gas di luarnya.

Peristiwa selanjutnya, piringan gas membawa planet primitif ini mendekati bintangnya. Gas pembungkus planet primitif ini kemudian "dimakan" oleh bintang induknya. Bagian yang "selamat" hanya inti berwujud padat dan sebagian gas, terselamatkan karena massa jenisnya yang tergolong besar.

Proses perampasan gas pembungkus inilah yang kemudian membentuk planet Super Earth atau planet batuan seperti Bumi. Dengan kata lain, Super Earth dan planet batuan pada dasarnya adalah planet gas yang tak memiliki kesempatan untuk tumbuh dewasa karena mekanisme di semesta serta "kejahatan" sang bintang.

Nayakshin menguraikan teori baru pembentukan planet ini di Monthly Notice jurnal Royal Astronomical Society yang terbit Agustus lalu. Ia mengakui, sebagai sebuah teori baru, masih banyak kelemahan yang harus ditutupi dan masih harus diuji. Ia berharap para ilmuwan berkenan mengkaji lebih lanjut teori yang dipaparkannya.

Menanggapi teori Nayakhsin, Aaron Boley dari University of Florida yang melakukan penelitian tentang pembentukan planet gas raksasa mengatakan bahwa proses tidal disruption memungkinkan kehidupan berevolusi pada sistem bintang yang lebih bervariasi. "Ini cara lain alam menciptakan planet," kata Boley. Makin banyak planet, makin besar potensi kehidupan.

Nayakhsin sendiri mengatakan, model akresi inti dan tidal disruption memiliki langkah-langkah fisik yang sama tetapi proporsinya berbeda. "Dalam hal ini, model finalnya mungkin adalah gabungan," katanya. Ia juga menbambahkan bahwa planet batuan yang terbentuk pada proses tidal disruption mungkin berukuran "nol sampai 10 massa Bumi." {sains.kompas.com}

Ditemukan, Virus Pembasmi Sel Kanker

Penelitian untuk menemukan obat kanker terus dilakukan oleh para ahli dari berbagai penjuru dunia. Setitik harapan kini hadir bagi para pasien kanker menyusul ditemukannya sejenis virus unik oleh para ilmuwan di Eropa.



Dalam riset terbarunya, peneliti dari LIFE - Faculty of Life Sciences, the University of CopenhagenDenmark menemukan bahwa virus stomatitis vesikuler (VSV) memiliki potensi besar yang sebelumnya tidak banyak diketahui. Virus tersebut mempunyai dua kemampuan hebat yakni, membunuh sel kanker sekaligus menghentikan ekspresi molekul tertentu dari jenis sel kanker yang tersembunyi pada sistem kekebalan tubuh.

Menurut peneliti, beberapa jenis sel kanker diketahui dapat mengekspresikan begitu banyak molekul imunostimulan cair, sehingga menghalangi kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali mereka, dan memungkinkan sel-sel tersebut berkembang ke arah kanker

Virus stomatitis vesikuler (VSV) adalah rhabdovirus. Virus ini berasal dari famili yang sama dengan virus rabies, dan menyebabkan penyakit yang mirip dengan penyakit kaki dan mulut pada sapi.

"Ekspresi berlebihan terlihat dalam jenis kanker seperti melanoma, kanker testis, kanker ovarium dan jenis penyakit leukemia tertentu yang secara signifikan merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga mengurangi kesempatan pemulihan pasien," Soren Skov, associate professor immunologi dari LIFE.

Skov adalah pemimpin tim riset yang baru saja meluncurkan sebuah proyek di Uni Eropa utama untuk mempelajari potensi untuk meningkatkan pengobatan kanker dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dalam salah satu bagian risetnya yang juga dimuat dalam Journal Virology, tim peneliti menginfeksi sel kanker manusia dengan VSV.

"Kami mampu menunjukkan bahwa virus itu (VSV) dapat membunuh sel kanker. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa VSV sangat efektif dalam menghambat produksi molekul imunostimulan - yang berperan menghancurkan sistem kekebalan tubuh- sehingga dengan demikian akan memungkinkan seseorang untuk bertahan hidup," kata Skov .

Terobosan penting
Skov menilai temuan ini sebagai sebuah terobosan yang jelas dan lompatan besar menuju pengobatan kanker yang lebih baik, dimana sistem kekebalan tubuh akan dapat lebih efektif menghentikan perkembangan kanker. Skov berharap ke depannya temuan ini dapat menjadi alternatif untuk kemoterapi, dan disesuaikan dengan masing-masing penyakit pasien.

"Langkah berikutnya akan dilakukan uji klinis pada manusia. Pengujian tersebut sudah dilakukan di Amerika Serikat," kata Helle Jensen, peneliti yang telah melakukan proyek riset di LIFE bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Kopenhagen dan National Veterinary Institute at the Technical University of Denmark. {health.kompas.com}

Sumber : http://www.jelajahunik.us/2012/06/ditemukan-virus-pembasmi-sel-kanker.html#ixzz1zDvVv4Fb

Ini Dia Kedahsyatan Fitur Windows 8

Setelah sekian lama menjadi pembicaraan, Microsoft akhirnya membuka 'selubung' Windows 8. Di hadapan ribuan pengembang konten/aplikasi yang menghadiri konferensi tahunan Build di Anaheim, California, Microsoft memperlihatkan bentuk dan fungsi sistem operasi Windows 8.


Seperti dikutip dari laman CNNMoney, perusahaan yang didirikan Bill Gates ini menyebut Windows terbaru ini "mengubah dunia berkomputer" (changing world of computing). Tampilan visual user interface Windows 8 tampak dioptimalkan untuk perangkat layar sentuh (touchscreen) dan perangkat mobile seperti tablet.

Presiden Windows Steven Sinofsky mengatakan, Windows 8 didesain untuk "sentuh lebih dahulu, tapi sama seperti sedang (berkomputer) di rumah dengan mouse dan keyboard".

Sinofsky juga mengatakan Windows telah mengalami sejumlah evolusi yang signifikan sejak tahun 1995. Namun, Windows 8 tetap memiliki kelebihan yang ada di Windows 7, dengan sejumlah perbaikan.

Fitur Beragam
Laman teknologi Time, Techland, menilai Windows 8 masih konsisten dengan memiliki tampilan yang sangat berbeda dengan sistem operasi iOS milik Apple. Tampilan home screen di Windows 8 pun dinilai persis seperti yang selama ini ada di Windows Phone: warna-warni, dengan sejumlah kotak berisi apps, koneksi, konten, dan fitur.

menggunakan perangkat sentuh dengan Windows 8, saya berjanji Anda akan kembali ke komputer Anda dan terus menyentuh layarnya," ujar Sinofsky.

Kemudian, seperti dikutip dari laman FoxNews, sistem operasi terbaru Windows ini juga menghemat memory. Sinofsky kemudian mendemostrasikan, dengan menggunakan laptop Lenovo berprosesor Intel Atom 1 Gb, Windows 7 'memakan' memori sebesar 404 MB, sedangkan Windows 8 hanya sebesar 281 MB. Dengan demikian akan banyak ruang untuk aplikasi.

Microsoft kemudian juga memperlihatkan, Windows 8 tak hanya baik digunakan di prosesor standar Intel atau AMD, yang selama ini lazim digunakan di komputer desktop. Windows 8 pun berjalan baik dengan mikroprosesor ARM, yang biasa digunakan di tablet.

Karena berbicara di hadapan pengembang konten/aplikasi, Microsoft pun mengatakan Windows 8 akan bekerja dengan baik untuk apps. "Jika Anda menambahkan suatu app (aplikasi), maka sistemnya (Windows 8) akan semakin berkembang dan terus berkembang," ujar Sinofsky.

Microsoft juga disebut akan meluncurkan app-store versi Windows. App-store ini mencakup aplikasi untuk bergaya Metro Windows 8 atau Windows klasik.

Berikut merupakan sejumlah gambar tampilan Windows 8, seperti diambil dari Techland:

Locksreen:

Start Screen:

Screen Touch Keyboard:

Control Panel:

Windows App Store:

Aplikasi Tweet@rama:

sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...